Senin, 11 Februari 2013

MAKALAH IPA POLUSI LINGKUNGAN


Macam – Macam Tentang Polusi
1.     Pencemaran Udara
a.  Definisi
            Adalah Polusi udara atau pencemaran udara adalah polusi/pencemaran yang
      terjadi di udara yang disebabkan adanya polutan yang berupa gas maupun zat
      partikel.
Contoh polutan di udara: CO, CO2, HzS, COz, SOZ, NO2, pembakaran batu bara
            (menghasilkan sulfur dioksida), radiasi nuklir, dan lain-lain.
       Kehadira atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi diasmosfer dalam
       jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
      tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
      Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun
      kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti
polusi suara, panas,
     
radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara
      mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan
lokal,
     
regional, maupun global.
b. Polutan Polusi Udara
     Pengertian Polutan adalah suatu zat yang menjadi sebab pencemaran terhadap lingkungan. Jadi, polutan disebut juga sebagai zat pencemar. Suatu zat atau bahan dapat disebut sebagai zat pencemar atau polutan apabila zat atau bahan tersebut mengalami hal-hal sebagai berikut.
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal/ambangbatas.
2. Berada pada tempat yang tidak semestinya.
3. Berada pada waktu yang tidak tepat.
B. Macam-macam Polutan Berdasarkan sifatnya, polutan dapat dibedakan
     menjadi  2 (dua), yaitu:
1. Polutan biodegredable adalah polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam.
    Contoh: kayu, kertas, bahan sisa makanan, sampah dll.
2. Polutan non biodegredable adalah polutan yang tidak dapat diuraikan oleh
    proses alam sehingga akan tetap berada pada lingkungan tersebut untuk jangka
    waktu yang sangat lama. Contoh: gelas, kaleng, pestisida, residu radioaktif, dan
    logam toksik.
Berdasarkan wujudnya, polutan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Polutan padat, misalnya kertas, kaleng, besi, logam, plastik, dan Iain-Iain.
2. Polutan cair, misalnya tumpahan minyak, pestisida, detergen, dan sebagainya.
3. Polutan gas, misalnya CFC, karbondioksida, karbon monoksida, metana, dan Iain-Iain.
Polutan Udara Pencemaran udara adalah pencemaran akibat masuknya bahan atau zat asing, energi, dan komponen lainnya ke udara.Zat-zat pencemar (polutan) yang ada di udara umumnya berupa debu, asap, dan gas buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak dan batubara oleh kendaraan atau alat transportasi dan mesin-mesin pabrik. Gas buangan yang mengandung zat yang berbahaya, misalnya asap, karbon monoksida (CO), karbon dioksida (C02), sulfur oksida (S02), nitrogen oksigen (NO, N02, NOx), CFC, dan sebagainya.

Sifat polutan adalah sebagai berikut:
1.        Merusak untuk sementara, tetapi jika telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
2.        Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak jika konsentrasinya rendah. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

 

c.   Indikator Polusi Udara
INDIKATOR FISIK
Indikator fisik yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya polusi udara adalah:
Sifat-sifat udara yang dapat diamati


INDIKATOR KIMIA
ISPU: Indeks Standar Pencemar Udara
Jenis Polutan yang dipantau:
CO, SO2, NO2, O3, Materi Partikulat

INDIKATOR BIOLOGI
Makhluk hidup yang rentan pada perubahan konsentrasi polutan di udara dapat dijadikan sebagai Indikator Biologi
Contoh indikator biologi : lumut kerak

d.  Dampak Polusi  Udara

·   Dampak Kesehatan
      Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh
      melalui
sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh
      bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat  
      tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran
      kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar
      diserap oleh
sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
      Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah
ISNA (infeksi
      saluran napas atas), termasuk di antaranya,
asma, bronkitis, dan gangguan
      pernapasa lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai
toksik dan
     
karsinogenik memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang
      berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya
      hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun
      rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.

·   Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

·  Hujan asam

pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
·                 Mempengaruhi kualitas air permukaan
·                 Merusak tanaman
·                 Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga
          memengaruh kualitas air tanah dan air permukaan
·                 Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

·   Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

·   Dampak dari pemanasan global adalah:
ü     Peningkatan suhu rata-rata bumi
ü     Pencairan es di kutub
ü     Perubahan iklim regional dan global
ü     Perubahan siklus hidup flora dan fauna

·   Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasiultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

e.  Cara Penanggulangan Pencemaran Udara
 Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon­pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.


2.  POLUSI/PENCEMARAN AIR
a.  Definisi
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum,
sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.
Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
Jutaan orang bergantung pada
Sungai Gangga yang tercemar.
Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit, dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya. Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu , dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada kualitas air di Amerika Serikat, 45 persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari danau hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.
b.  Polusi/ Pencemar AIR
polusi/pencemaran yang terjadi di udara yang disebabkan adanya polutan yangberupa gas maupun zat partikel.
Contoh polutan di udara: CO, CO2, HzS, COz, SOZ, NO2, pembakaran batu bara (menghasilkan sulfur dioksida), radiasi nuklir, dan lain-lain.
pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
·       Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
·       Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
·       Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
·       Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
·       pencemaran air oleh sampah
·       Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan

c.  Indikator Pencemaran  Air
Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati yang dapat digolongkan menjadi :
·            Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa
·            Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan pH
·            Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.
d.  Dampak  Pencemaran Air
    1 . Dampak lingkungan
          -    menyebabkan banjir
          -    Erosi
          -   Kekurangan sumber air
          -   Dapat membuat sumber penyakit
          -   Tanah Longsor
          -   Dapat merusak Ekosistem sungai

2.  Dampak Mahluk Hidup

    -   Kerugian untuk Nelayan
        -    Ikan- ikan pada mati
        -    Air nya pada kotor tidak bisa di gunakan lagi

e.  Cara Penanggulangan Pencemaran AIR
Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.
Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan  karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.
Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.
Pengolahan limbah
Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.

3.        PENCEMARAN TANAH
a.  Definisi
Secara pengertian, Pencemaran Tanah adalah semua keadaan dimana  polutan masuk kedalam lingkungan tanah sehingga menurunkan kualitas tanah tersebut. Dimana Polutan bisa berupa zat-zat bahan pencemar baik berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikro organisme.
       Banyak hal yang bisa menjadi Penyebab Pencemaran Tanah, seperti terjadinya kebocoran limbah kimia dan polutan-polutan yang dihasilkan oleh proses industri, penggunaan pestisida, masuknya air tercemar kedalam lapisan sub-permukaan, merembesnya minyak, zat kimia, atau limbah beradiasi kedalam tanah, sampah, dan lainnya.
        Zat-zat yang masuk kedalam tanah tersebut sangat berbahaya, karena cenderung untuk mengendap dan berubah menjadi zat beracun di tanah, yang tentu saja berdampak langsung terhadap kehidupan manusia secara langsung, karena pencemaran tanah mampu membuat pencemaran terhadap air dan udara disekitarnya.
b.  Polutan Polusi Udara
Sumber pencemar tanah, karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakanmempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber  pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkanterjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah.Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zatradioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapatmenyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanahdaerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk danmengubah sifat fisik, kimia, dan biologi dari tanah yang tercemari.Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapatmenguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalamtanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah danudara di atasnya.
Pencemaran ini biasanya terjadi karena limbah industri yang langsung dibuang ke tanah dengan tidak memenuhi syarat pengolahan limbah
-      kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial
-      penggunaan pestisida
-      masuknya air permukaan tanah yang tercemar ke dalam lapisan sub permukaan
-      kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah
-      air limbah dari tempat penimbunan sampah
c.   Indikator Polusi
    
1. Secara Fisik
         fisik meliputi pengukuran tentang warna, bau, suhu, dan radioaktivitas.

     2. Secara Kimia
         Secara kimia dilakukan untuk mengetahui kadar CO2, pH, keasaman, kadar
         logam, dan logam berat. Sebagai contoh berikut disajikan pengukuran pH air
         yang terkandung dalam tanah, kadar CO2, dan oksigen terlarut.

 


d.   Dampak Pencemaran Tanah
Dampak Pencemaran Tanah bagi kesehatan sudah sangat jelas sekali, seperti mampu mengakibatkan Leukemia, kerusakan ginjal, keracunan hati, gangguan saraf otot, gangguan sistem saraf pusat, sakit kepala, iritasi pada mata dan kulit, dan bahkan mampu menyebabkan kematian.
     Belum lagi dampak bagi Ekosistem
Lingkungan, pencemaran terhadap tanah mampu mengakibatkan perubahan terhadap ekosistem yang hidup didalam dan diatas tanah terutama metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Tentu saja hal ini mengakibatkan kepunahan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang secara langsung akan memberikan akibat besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.
     Bahkan, efek kimia dan zat beracun lain yang masuk kedalam ekosistem lingkungan tanah lama-lama akan masuk kedalam tubuh mahluk penghuni piramida makanan tingkat atas seperti manusia, bahkan akan mampu mengubah genetika manusia yang lama-kelamaan mampu memusnahkan manusia itu sendiri.
     Oleh karena begitu berbahayanya pencemaran tanah ini, sangat diperlukan bagi kita manusia untuk berperan aktif membersihkan dan mengurangi bahkan menghilangkan

e.  Cara Penanggulangan Pencemaran Tanah
 Langkah Penangulangan
Apabila pencemaran telah terjadi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemaran tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat.
Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya:


a. Remidiasi
    Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang
    tercemar.
    Hal yang perlu diketahui sebelum dilakukan remidiasi adalah sebagai berikut:
        1. Jenis pencemar (organic atau anorganik), terdegradasi/tidak,
            berbahaya/tidak,
        2. Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut,
        3. Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan Fosfat (P),
        4. Jenis tanah,
        5. Kondisi tanah (basah, kering),
        6. Telah berapa lama zat pencemar terendapkan di lokasi tersebut,
        7. Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda).
              
          Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau  offsite). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

b. Bioremediasi
          Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan
    menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk
    memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun
    atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

b.1. Jenis jenis biomerasi
       Jenis-jenis bioremediasi adalah sebagai berikut:
       Biostimulasi
v

Nutrien dan oksigen, dalam bentuk cair atau gas, ditambahkan ke dalam air atau tanah yang tercemar untuk memperkuat pertumbuhan dan aktivitas bakteri remediasi yang telah ada di dalam air atau tanah tersebut.

 Bioaugmentasi
v

Mikroorganisme yang dapat membantu membersihkan kontaminan tertentu ditambahkan ke dalam air atau tanah yang tercemar. Cara ini yang paling sering digunakan dalam menghilangkan kontaminasi di suatu tempat. Namun ada beberapa hambatan yang ditemui ketika cara ini digunakan. Sangat sulit untuk mengontrol kondisi situs yang tercemar agar mikroorganisme dapat berkembang dengan optimal. Para ilmuwan belum sepenuhnya mengerti seluruh mekanisme yang terkait dalam bioremediasi, dan mikroorganisme yang dilepaskan ke lingkungan yang asing kemungkinan sulit untuk beradaptasi.

 Bioremediasi Intrinsik
Bioremediasi jenis ini terjadi secara alami di dalam air atau tanah yang tercemar.
Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi :
1. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan
    nutrien, pengaturan kondisi redoks, optimasi ph, dsb
2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu
    mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus
3. Penerapan immobilized enzymes
4. Penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghilangkan atau mengubah
    pencemar.

b.2. Proses Biomerasi
       Transformasi kimia dari bahan pencemar pestisida melalui proses bioremediasi
       ini meliputi beberapa proses, yaitu
1. Detoksikasi, yaitu konversi dari molekul yang bersifat toksik menjadi produk
     yangtidak bersifat toksik.
2. Degradasi, yaitu transformasi dari substrat kompleks menjadi produk yang lebih
    sederhana.
3. Konjugasi, yaitu pembentukan senyawa kompleks, atau reaksi penambahan,
    dimana suatu organisme dapat menghasilkan substrat yang lebih kompleks dan
     mengkombinasikannya dengan pestisida dengan sel metabolis. Konjugasi atau
     pembentukan senyawa pengkompleks dapat dihasilkan dari organisme yang
     menghasilkan suatu asam amino, asam organik, methyl atau senyawa lain yang
    bereaksi dengan polutan membentuk substrat lainnya. Konjugasi adalah salah
    satu bentuk bioremediasi dari metabolisme mikroorganisme terhadap fungisida
    sodium dimethyldithiocarbamate, dimana mikroorganisme mengkompleks
    pestisida dengan asam amino pada sel.
4. Aktivasi, yaitu konversi substrat yang nontoksik menjadi molekul toksik seperti
    bahan aktif awal dari pestisida. Sebagai contoh, herbisida 4- (2,4
    dichlorophenoxy) butyric acid ditransformasi dan diaktivasi oleh
    mikroorganisme dalam tanah menghasilkan senyawa yang bersifat toksik
    terhadap gulma dan serangga. Proses aktivasi ini lebih menekankan pada
    efisiensi penggunaan pestisida, atau aktivasi residu.
5. Proses defusi, yaitu konversi molekul nontoksik berasal dari pestisida yang
    sedang dalam proses aktivasi secara enzimatik, menjadi produk nontoksik yang
    tidak lagi dalam proses enzimatik.
6. Perubahan spektrum toksisitas. Contoh bioremediasi bagi lingkungan yang
    tercemar minyak bumi. Yang pertama dilakukan adalah mengaktifkan bakteri
    alami pengurai minyak bumi yang ada di dalam tanah yang mengalami
    pencemaran tersebut. Bakteri ini kemudian akan menguraikan limbah minyak
    bumi yang telah dikondisikan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan
    kebutuhan hidup bakteri tersebut. Dalam waktu yang cukup singkat kandungan
    minyak akan berkurang dan akhirnya hilang, inilah yang disebut sistem bioremediasi.
b.3. Manfaat Biomerasi
   1. Bidang Lingkungan
       Pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan bahkan mengubah limbah
       tersebut menjadi ramah lingkungan. Contoh bioremediasi dalam lingkungan
       yakni telah membantu mengurangi pencemaran dari pabrik, misalnya saat
      1979, supertanker Exxon Valdez di Alaska, lebih dari 11juta gallon oli mentah
      mengalir, tetapi bakteri pemakan oli membantu mengurangi pencemaran laut yang lebih jauh lagi.

2. Bidang Industri
    Bioremediasi telah memberikan suatu inovasi baru yang membangkitkan semangat industri sehingga terbentuklah suatu perusahaan yang khusus bergerak dibidang bioremediasi, contohnya adalah Regenesis Bioremediation Products, Inc., di San Clemente, Calif.
3. Bidang Ekonomi
     Bioremediasi menggunakan bahan bahan alami yang hasilnya ramah lingkungan, sedangkan mesin-mesin yang digunakan dalam pengolahan limbah memerlukan modal dan biaya yang jauh lebih, sehingga bioremediasi memberikan solusi ekonomi yang lebih baik.
4. Bidang Pendidikan
    Penggunaan microorganisme dalam bioremediasi, dapat membantu penelitian terhadap mikroorganisme yang masih belum diketahui secara jelas.Pengetahuan ini akan memberikan sumbangan yang besar bagi dunia pendidikan sains.
5. Bidang Teknologi
    Bioremediasi memberikan tantangan baru bagi teknologi untuk terus memberikan inovasi yang lebih baik bagi lingkungan.
6. Bidang Sosial
     Bioremediasi memberikan solusi ekonomi yang mudah dijangkau dan mudah dilakukan baik bagi rumah tangga dan industri. Dengan begini, limbah rumah tangga dapat dikelola jauh lebih baik.
7. Bidang Kesehatan
    Dengan pengelolaan limbah yang baik, pencemaran dapat diminimalisir sehingga kualitas hidup manusia jauh meningkat.
8. Bidang Politik
     Isu lingkungan dapat lebih ditekan sehingga para petinggi dapat memfokuskan masalah ke lingkup lain, Bahkan bioremediasi dapat membantu memperbaiki masalah yang berkesinambungan didalamnya.
b.4. Keunggulan Biomerasi
        - Meminimalisasi terinfeksinya pekerja lapangan
        - Perlindungan kesehatan masyarakat yang berjangka panjang

        - Proses pelaksanaan dapat dilakukan langsung di daerah tersebut dengan
           lahan yang sempit sekalipun.
           - Menghilangkan zat-zat berbahaya
          - Menggunakan proses yang bersifat alami
          - Mengubah polutan bukan hanya memindahkannya
           - Proses degradasi dapat dilaksanakan dalam jangka waktu yang cepat

G. TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

1. Penanganan Limbah Organik
     Limbah organik dapat dimanfaatkan, baik secara langsung (contohnya untuk makanan ternak) maupun secara tidak langsung karena memerlukan proses terlebih dahulu yaitu proses daur ulang (contohnya pengomposan dan biogas).

a. Makanan Ternak
     Sampah organik yang mudah rusak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Di Indonesia, sampah organik berupa sayur-sayuran (contohnya kubis, selada air dan sawi) biasanya dimanfaatkan untuk makanan kelinci, kambing, ayam atau itik. Hal ini sangat menguntungkan karena selain untuk hewan ternak. Namun, sampah organik ini harus dibersihkan dan dipilih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi ternak. Jika sampah organik bercampur dengan sampah yang mengandung logam-logam berat, maka dapat terakumulasi di dalam ternak.
b. Pengomposan (Composting)
    Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah dengan menggunakan prinsip penguraian bahan-bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik oleh aktivitas organisme. Proses pengomposan menghasilkan kompos yang dapat menyuburkan tanah. Organisme yang berperan dalam proses ini adalah bakteri, jamur, khamir dan hewan seperti insekta serta cacing. Agar pertumbuhan organisme optimum diperlukan beberapa kondisi, diantaranya campuran yang seimbang antara komponen karbon dan nitrogen, suhu, kelembapan udara serta cukupnya kandungan oksigen.
Sistem pengomposan memiliki beberapa keuntungan, antara lain
1. Kompos merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan
2. Bahan yang dipakai tersedia (tidak perlu dibeli)
3. Masyarakat dapat membuatnya sendiri (tidak memerlukan peralatan yang mahal)
4. Unsur hara dalam pupuk kompos lebih tahan lama jika dibandingkan dengan
     pupuk buatan.
c. Biogas
    Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembusukkan sampah organik secara anaerob. Bahan bakunya dapat di ambil dari kotoran hewan, sisa-sisa tanaman, atau campuran dari keduanya. Secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan cara mencampur sampah organik dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya, campuran tersebut dibiarkan selama kurang lebih dua minggu.
Biogas memiliki beberapa kelebihan antara lain:
1. Mengurangi jumlah limbah
2. Sumber energi yang tidak merusak lingkungan
3. Nyala api bahan bakar biogas lebih terang atau bersih
4. Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk

2. Penanganan Limbah Anorganik

Limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali memalui proses daur ulang. Limbah anorganik yang dapat di daur ulang anatara lain plastik, logam dan kaca. Namun, limbah yang dapat didaur ulang harus diolah terlebih dahulu yaitu dengan sanitary landfill, pembakaran (incineration) atau penghancuran (pulverisation).
a. Sanitary Landfill


Gambar 1.1. Teknologi Landfill
Sanitary Landfill merupakan salah satu metode pengolahan sampah terkontrol denagn sistem sanitasi yang baik. Sampah dibuang tempat, kemudian dipadatkan dengan traktor. Selanjutnya sampah ditutup tanah. Pada bagian dasar tempat tersebut dilengkapi sistem saluran yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau lingkungan. Pada sanitary landfill juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktivitas penguraian sampah. Cara ini sangat menguntungkan karena menghilangkan polusi udara.
b. Pembakaran sampah
    Sampah padat di bakar di dalam insinerator. Hasil pembakaran adalah gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat hasil pembakaran dapat mencapai 70%. Namun, cara relatif lebih mahal dibanding dengan sanitary landfill yaitu sekitar tiga kali lipatnya.
Pirolisa merupakan proses konversi bahan organik padat melalui pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Dengan adanya proses pemanasan dengan temperatur tinggi, molekul-molekul organik yang berukuran besar akan terurai menjadi molekul organik yang kecil dan lebih sederhana. Hasil pirolisa dapat berupa tar, larutan asam asetat, methanol, padatan char, dan produk gas.
Gasifikasi merupakan proses konversi termokimia padatan organik menjadi gas. Gasifikasi melibatkan proses perengkahan dan pembakaran tidak sempurna pada temperatur yang relatif tinggi (sekitar 900-1100 C). Seperti halnya pirolisa, proses gasifikasi menghasilkan gas yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 4000 kJ/Nm3.


Gambar 1.2. Insinerator

c. Penghancuran (Pulverisation)

    Pengancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi alat pelumat sampah. Sampah langsung dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfaatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.

d. Daur ulang Limbah Organik
    Masyarakat indonesia secara tradisional memiliki kebiasaan melakukan daur ulang, misalnya pemulungan sampah, usaha daur ulang di masing-masing rumah tangga dan pengomposan. Daur ulang merupakan salah satu cara untuk untuk mengolah sampah organik maupun anorganik menjadi benda-benda yang bermanfaat.
Daur ulang memiliki potensi yang besar untuk mengurangi timbunan, biaya pengolahan dan tempat pembuangan akhir sampah. Manfaat dari daur ulang adalah adanya produk hasil yang berguna.

e. Daur Ulang Kertas

    Salah satu contoh sampah yang dapat di daur ulang adalah sampah kertas. Sampah kertas dapat berasal dari rumah tangga maupun industri, misalnya dari kegiatan administrasi perkantoran, pembungkus dan media cetak. Sampah kertas dapat dimanfaatkan dengan cara didaur ulang. Kertas daur ulang memiliki sentuhan tekhnologi dan seni.








Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara
http://mapegounhalu.blogspot.com/2011/03/makalah-pencemaran-lingkungan.html
http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/did-you-know/lingkungan/304-pencemaran-tanah.







KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa , yang telah berkenan memberikan petunjuk dan kekuatan kepada penulissehingga Makalah “MAKALAH MACAM- MACAM PENCEMARAN POLUSI”  ini,dapat diselesaikan. Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi yang ada.Materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam belajarmengetahui. MAKALAH MACAM- MACAM PENCEMARAN POLUSI Serta siswa juga dapat mengetahui nilai-nilai dasar yang direflesikan dalam berfikir dan bertindak. MAKALAH TEKNIK MACAM- MACAM PENCEMARAN POLUSI bertujuan untuk menambah wawasan kita dalam mempelajari tentang kegunaan pada MAKALAH MACAM- MACAM PENCEMARAN POLUSI tersebut.





Garut,9 Febuari 2013


                                                                                                            Penyusun

                                       i






DAFTAR ISI
                                        Halaman
Kata Pengantar..............................................................................................          i
Pendahuluan.................................................................................................          ii
Daftar Isi........................................................................................................        iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Macam-Macam Pencemaran Polusi..................................................        1
B.     Polutan Pecemaran ..........................................................................          2
C.     Dampak Pencemaran .......................................................................         3
D.    Indikator Pencemaran.......................................................................         4
BAB II ISI
A.    Polutan Pecemaran Udara,Air, dan Tanah.....................................          5
B.     Dampak Pencemaran Udara,Air, dan Tanah..................................         10
C.     Indikator Pencemaran Udara,Air, dan Tanah.................................         16
D.    Pengertian Pencemaran Udara,Air, dan Tanah...............................         18
E.     Cara Penanggulangan Pencemaran Udara,Air, dan Tanah.............         19
BAB III PENUTUPAN
A.    Daftar Pustaka.................................................................................           21
B.     Penutup............................................................................................           22




           




    ii

Kesimpulan dan Penutup
*Kesimpulan
Kesimpulan nya adala polusi banyak sekali dan bermacam – macam dan bisa membahayakan lingkungan dan bahkan kita sendiri. Di Indonesia  sudah banyak tercemar polusi-polusi udara misalnya di Jakarta dan di kota-kota lainnya yang di sebabkan oleh manusia itu sendiri.
    Saran
Saran saya adalah dalam bidang Biologi ini yang menjelaskan tentang Pencemaran-pencemaran polusi ,kita harus dapat menghentikan pencemaran-pencemaran yang sudah terjadi dengan menimalisir ke pabrik-pabrik dan kita sendiri yang membiarkan asap kendaraan .
kita harus menanam penghijauan supaya bisa menyehatkan udara udara yang sudah tercemar !
*Penutup
Alhamdulilah penulis ucapkan  karena makalah ini telah selesai dan telah dapat di baca oleh semua orang.Terimakasih kepada BAPAK DIDA yang telah memberikan waktu yang panjang sehingga mempermudah penulis untuk menyelesaikan makalah ini.







PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Untuk memenuhi Tugas IPA BIOLOGI  .Dan untuk menjadi Referensi lebih lanjut, Dan semoga Makalah ini bermanfaat bagi yang mempelajari nya.

B.     Tujuan
Untuk memenuhi nilai  prasyarat Tugas .
Mempelajari bersama tentan Pencemaran Polusi di Lingkungan sekitar.







ii

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar